Bali, It’s All About Hopping, Shopping and Souvenirs!

Nahhh, sampailah kita pada pembahasan yang jadi favorit cewek-cewek (plus bikin nyesek -_-) haha… Tapi bukan cewek aja koq yang doyan belanja. Buktinya, plastik belanjaan si Cici di Bali gedenya ngalahin punyanya Muci😀

Ngomongin belanja dan ngabisin duit, apalagi di Bali, emang nggak ada habisnya deh! Manu nginep di resort? Banyak! Mau belanja apa juga ada. Makanan? Bejibun! Suvenir? Apalagi -_- Baju? Jangan ngomong deh…. Pokoknya banyak banget faktor yang bisa bikin dompet kalian bener-bener terkuras di Bali. Nah, kali ini kita coba bahas deh, gimana caranya supaya dompet nggak terkuras-kuras amat dan hati tetap happy ^_^

Akomodasi

Hotel di Bali? Numpuk banget! Tinggal kita pilih aja, mau liburan mahal atau mau liburan murah. hehehe😀. Kalo resort-resort mahal sih, mendingan gugling sendiri aja yaah.. soalnya saya nggak tau dan nggak pernah hehe… Saran, sebelum pergi ke Bali, coba cek promo-promo yang ditawarkan berbagai media seperti disdus.com, livingsocial.co.id dan sebagainya. Disitu promo hotel dan resort di Bali setiap hari ada, dari villa dengan private pool yang harganya lumayan, sampai budget hotel yang pocket-friendly. Yang jelas, harga di media-media promosi itu jauuhh lebih murah daripada harga aslinya. Mungkin bisa lebih murah 40% – 60% nya. Lumayan kan?

Suasana Noah Chapel Villa.

Suasana Noah Chapel Villa.

Saya dan temen2 pernah nginap di Villa yang bagusss banget, namanya Noah Chapel Villa di Ungasan (harganya sekitar 1,3 juta 4D/3N per-villa 1 kamar, dari LivingSocial). Untuk hotel-hotel yang murah tapi nyaman dan bersih, bisa coba CT1 Bali Bed & Breakfast di Tuban (saya beli voucher nginep di disdus hanya 135.000 / malam, sudah termasuk sarapan nasi jinggo), hotel Grandmas di Seminyak atau Legian (di Tuban menyusul) yang tarifnya 330.000 nett/malam tanpa breakfast, dan homestay yang bertebaran di Jalan Poppies I dan II yang lokasinya ada di antara Pantai Kuta dan Jalan Legian.

Kamar dengan king size bed yang lumayan nyaman, ada AC dan fan, air panas (tapi kadang2 doang panasnya), overall lumayan nyaman untuk harga segitu. *maap berantakan*

Kamar CT1 Bed & Breakfast dengan king size bed yang empuk, ada AC dan fan, kamar mandi dan shower air panas (tapi kadang-kadang doang panasnya -_-), overall sangat lumayan untuk harga segitu. *maap berantakan*

Tampak depan kamar di CT1.

Tampak depan kamar di CT1.

Sarapan nasi jinggo (isi nasi, lauknya mie goreng, ayam suwir, serundeng, orek tempe tahu, sambel). Pedes dan sedepppp...nyam..

Sarapan nasi jinggo (nasi, lauknya mie goreng, ayam suwir, serundeng, orek tempe tahu, sambel). Pedes dan sedepppp…nyam..

Transportasi

Masalah transportasi memang salah satu hal penting yang harus dipikirkan selama liburan di Bali, untuk memastikan mobilitas kita dalam mengunjungi tempat-tempat eksotik di Pulau Dewata ini. Yang paling nyaman, tentunya, adalah menyewa mobil + driver yang akan siap sedia mengangkut kita kemana saja kita suka. Harga sewa mobil Avanza untuk 1 hari berkisar antara 300.000 – 350.000 rupiah, sudah termasuk supir dan bbm. Saya sendiri langganan sewa mobil dari Anugrah Tour, karena sudah kenal baik dengan drivernya. Tapi sebetulnya sewa mobil ada nggak enaknya. Banyak tempat-tempat bagus, restoran/warung, dan toko-toko suvenir di sepanjang perjalanan yang tidak kita datangi karena malas berhenti atau “tidak kelihatan”.

Untuk menikmati pulau dewata to the max, jangan habiskan liburan anda hanya didalam mobil aja. Misalnya, berlibur 4D/3N, bagilah 2 hari untuk sewa mobil (untuk mengunjungi tempat2 yang jauh dari hotel) dan 2 hari dengan menyewa motor (untuk ke tempat2 yang dekat). Biaya sewa motor cukup terjangkau, hanya 50.000 – 60.000 perhari, termasuk helm dan jas hujan masing-masing dua buah. Sewa motor ini lebih murah ketimbang jika harus memakai shuttle, yang untuk sekali jalannya saja bisa kena 50.000 – 60.000 rupiah. Satu lagi, jika anda perlu pergi pakai taksi, hindari taksi tanpa argo! (saya pernah, dari Tuban ke pantai Kuta (yang jaraknya paling cuma 1,5 – 2 KM) ditawari tarif 40.000 sama supir taksi. edan -_-).

Objek wisata

Kebanyakan pantai, pura, atau objek wisata di Bali mengenakan biaya tiket masuk untuk turis-turis. Harganya bisa bermacam-macam, mulai dari 10.000 hingga 25.000 rupiah. Wajar sih, kan mereka juga perlu biaya untuk memelihara pantai, pura, dan tempat yang indah-indah itu supaya tetap bersih, resik dan nyaman dipandang. Untungnya, untuk objek wisata yang begitu rame, tarif masuknya nggak mahal-mahal amat ya..hehe… sebanding lah dengan apa yang kita dapat. Tapi kalo memang kita mau memaksimalkan liburan, masih banyak koq tempat-tempat bagus di Bali yang masih bisa kita kunjungi dengan bebas dan gratis! Just keep your eyes open! Saya pernah, dalam rangka menghemat, berenti di pinggir jalan, trus foto2 di depan sebuah pura tapi nggak masuk ke dalam. Jadi nggak bayar deh…hohooo ^^ contoh yang buruk ya…

Belanja baju

Ini lagi, nggak usah ngomong deh.. pilihannya super buanyaaak! Saya terutama paling nggak tahan sama dress-dress cantik bermotif floral, berwarna cerah, dan berbahan adem yang berjejer di berbagai pusat-pusat suvenir di Bali. Rasanya pengen boroooong terus! Apalagi baju-baju itu nyaman dan pas banget dipakai pas liburan! Hiks -_-

Belanja banyak nggak ada salahnya, asal tempatnya tepat (baca: harganya masuk akal). Soalnya, sering nih kejadian, barang yang sama di tempat yang berbeda harganya bisa beda lho! Tempat-tempat yang rame dan banyak bulenya, biasanya harganya lebih mahal. Kalo memang niat banget belanja murah, bisa dateng ke Pasar Sukawati. Disana pilihannya banyak banget dan menggoda iman, asal pinter2 milih dan jago NAWAR! Kalo memang males ke pasar dan pengen belanja sekalian jalan-jalan, pilih tempat2 yang harganya lumayan murah.

baju di ubud monkey forest

baju di ubud

Rekomendasi saya, belanja baju bisa di Bedugul, di sepanjang parkiran sebelum masuk ke Pura Ulun Danu di Danau Beratan. Disana banyak pilihan baju, dengan harga yang bisa ditawar hingga masuk akal. Terus, di pantai Dreamland juga ada toko-toko baju yang barangnya oke, dan mbok nya bersedia memberikan harga murah asal kita mau nawar.Yang paling enak memang belanja baju di Kintamani. Di salah satu spot tempat orang banyak berhenti untuk foto-foto (di depan pemandangan Gunung dan Danau Batur), ada ibu-ibu yang (kalo nggak hujan) suka keliling nawarkan baju-baju khas Bali, yang berpotongan standar, warna cantik-cantik, bahan adem, kadang dihias bordir atau lukisan tangan. Ibu-ibu ini pertama kali akan menawarkan 2 baju untuk harga 50.000. Saya cuekin. Mereka tetap usaha. 3 baju untuk 50.000. Masih saya cuekin. Masih tetep usaha. 4 baju untuk 50.000! Nah, kalo udah gini susah deh nolaknya -_- apalagi baju-bajunya memang lumayan cakep dan kalo beli di tempat lain harganya bisa 25.000 perbuah!

Kalo mau yang unik dan khas Bali, jangan lupa mampir ke Joger. Kaos-kaos Joger dikenal dengan desain grafis dan kata-kata unik, bahan bagus, dan harga yang nggak mahal. 1 kaos kalo nggak salah harganya sekitar 65.000 rupiah. Bagusnya lagi, Joger nggak diperjual belikan di luar Bali, sehingga sangat tepat untuk jadi oleh-oleh. Sekarang ini, kaos-kaos tiruan Joger banyak ditemukan dengan harga lebih murah, tapi kualitas bahannya masih dibawah Joger. Kalo emang niat banget cari kaos murah, Tanah Lot tempatnya! Disini ada gerai-gerai baju yang jual kaos dengan kisaran harga 20.000 – 30.000 rupiah, dengan kualitas bahan berbeda-beda. Tapi menurut saya, kaos yang harganya 20.000 bahannya cukup bagus; cukup tebal dan nyaman dipakai.

Tempat yang kurang tepat untuk belanja, di Ubud (Monkey Forest), Alas Kedaton dan Kuta, karena harganya untuk barang-barang yang sejenis relatif mahal dibandingkan dengan harga di Bedugul atau Dreamland. Untuk beberapa barang harganya bisa jauh. Tapi di Ubud ada beberapa jenis suvenir yang nggak ditemukan di tempat lain, seperti patung2 kecil warna putih, piring dan mangkuk kaca, dan gantungan kunci/magnet kayu berbagai bentuk yang berbeda dari yang biasa ditemukan di Krisna.

Suvenir dan camilan khas Bali

Suvenir dan camilan khas Bali bisa di temukan di setiap sudut Pulau Bali. Sekali lagi, kita harus tahu dimana tempat yang lebih murah untuk membeli. Saya biasa beli suvenir berupa aksesoris, gantungan kunci, atau makanan di Krisna Bali. Krisna ada di Tuban, searah dengan Bandara. Jadi biasanya saya kesana sebelum pulang ke Jakarta, beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan. Disana ada berbagai jenis kacang, berbagai jenis dodol, pia susu, dll dengan kisaran harga 8000 – 25.000 rupiah. Disini juga ada kopi-kopi Bali, yang kebetulan rasanya saya suka.

Selain makanan, di Krisna ada berbagai aksesoris yang harganya murah: kipas Bali besar / kecil (6000 – 7000 rupiah), sandal manik-manik atau sepatu bordir khas Bali (15.000 – 25.000 rupiah), gantungan kunci (10.000 isi 10 buah), magnet kulkas (8000 isi 5 buah), kalung dan gelang manik-manik (7000 – 10.000 rupiah), patung-patung dan hiasan dinding (10.000 – 30.000 perbuah atau per-set), baju-baju (agak mahal disini), bedcover (180.000 – 250.000 rupiah kisarannya), lukisan, bingkai, perhiasan perak, dll.

Salah satu mug dari Joger :)

Salah satu mug dari Joger🙂

Saya juga suka belanja suvenir di Joger. Ada mug-mug lucu dan unik (sekitar 28.000 – 38.000 rupiah), asbak / tempat lilin / hiasan tanah liat bertema tribal (8000 – 15.000 rupiah), tas Joger yang lumayan murah (35.000 untuk yang kecil, 68.000 untuk ukuran sedang, 75.000 untuk travel bag yang agak besar). Sandal di Joger juga lucu-lucu.

Jika suka, bisa juga cari suvenir di Ubud, di depan pintu masuk Monkey Forest ada toko-toko yang menjual suvenir-suvenir unik walaupun harganya agak mahal. Tapi hati-hati, jangan sampai anda beli suvenir standar yang kalau di tempat lain bisa anda beli dengan harga setengah dari harga di Ubud ya!

Suvenir di depan Monkey Forest

Suvenir di depan Monkey Forest

Suvenir di depan Monkey Forest juga...

Suvenir di depan Monkey Forest juga…

Lukisan dan kerajinan perak

Desa Batuan di daerah Ubud adalah tempat yang dipenuhi oleh seniman, baik seniman lukis, pahat, ataupun perak. Saya suka sekali kalo jalan-jalan disini, karena kemanapun mata memandang, view nya begitu cantik! Rumah-rumah dan pura-pura kecilnya, hutan, pepohonan, dan gapura-gapura rumah pelukis yang entah disengaja atau tidak menciptakan sebuah jalur yang eksotis yang sangat menyenangkan dalam perjalanan menuju Kintamani. Disini saya pernah mampir ke rumah seorang pelukis, dan, seperti bagian luarnya, bagian dalamnya sangat cantik. Untuk bagian ini, akan saya bahas di posting tersendiri ya.

Karya salah satu pelukis di Batuan.

Karya salah satu pelukis di Batuan.

Jika anda berniat untuk membeli lukisan, belilah di salah satu dari rumah-rumah pelukis ini, karena memang lukisannya dibuat dengan tangan-tangan dan jiwa artistik yang terampil. Sangat berbeda dengan lukisan-lukisan berharga lebih murah di tempat-tenpat lain. Tapiiii, aturan umum di Bali tetap berlaku disini: tawar dan bersikaplah sok jual mahal ^^ hehe… anda pasti akan dapat harga yang bagus.

Perhiasan perak di Batuan.

Perhiasan perak di Batuan.

Kerajinan perak juga banyak ditemukan di desa Batuan. Beda dengan lukisan, kebanyakan toko-toko perhiasan perak tidak bisa ditawar karena memang sudah ada banderolnya. Enaknya, disini anda bisa membayar dengan kartu kredit atau debit. Anda juga bisa melihat langsung para pengrajin yang sedang membuat perhiasan perak. Saya pribadi sangat suka perak bakar, dan desain-desain yang dibuat para pengrajin perak ini juga cantik-cantik!

One thought on “Bali, It’s All About Hopping, Shopping and Souvenirs!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s