White Lotus Mooncake, Yummy Treat!

Beberapa hari lalu saya dapat kue bulan alias mooncake dari teman kantor. Kuenya seperti kue pia (atau memang kue pia ya?) cuma lebih besar dari kue pia dan dicetak dengan sangat cantik! Jadi nggak tega makannya saking cakepnya itu kue. Di bungkusnya ada tulisan “White Lotus”, artinya kue ini isinya pasta biji teratai putih. Kalo saya baca di ingredientsnya sih ada telur, gula dan biji melon gitu. Hmmm… kinda unusual for me.

Karena memang sudah lama penasaran sama yang namanya mooncake, begitu sampai rumah langsung saya belah-belah deh itu mooncake. Saya suka liat kue bulat padat itu dipotong bentuk segitiga, dan kelihatan isinya (yang ikut berbentuk segitiga). Rasanya tempting banget gitu kayanya. Hahaha. Gak penting.

Camera 360

Camera 360

Camera 360

Camera 360

FYI, mooncake atau kue bulan ini adalah makanan tradisional yang dimakan orang Tionghoa pada Perayaan Kue Bulan (atau Moon Cake Festival). Menurut sejarah, perayaan ini dilakukan di pertengahan musim gugur, pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek. Di pertengahan musim gugur, para petani menggelar festival untuk merayakan hasil panen yang melimpah. Kalo dari yang saya baca sih, awalnya Perayaan Kue Bulan ini disebut Hari Raya Zhong Qiu, yang sudah mulai dirayakan sejak masa Kaisar Qin Shi Huang (Dinasti Qin 221 – 206 SM). Pada hari itu sang Kaisar akan turun dan berkumpul bersama rakyatnya di desa Wu Kao Shan. Malam harinya, semua orang menikmati pemandangan bulan purnama yang indah dan terang, sambil bernyanyi dan berpesta. Karena itulah kue bulan dibuat bentuknya bulat seperti bulan kali ya? (sotoy…hehehe)

Anyway, kembali ke kuenya ya. Menurut saya rasanya enak, legit dan manis tapi tidak terlalu manis. Pas dikunyah juga lembut seperti layaknya pasta. Kulitnya sangat tipis kalo dibandingkan dengan isinya. Jadi rasa isinya jauh lebih dominan dibanding rasa kulitnya. Pokoknya enak dan bikin nagih. Hehe. Selain pasta teratai, kue bulan hadir dalam berbagai rasa seperti kacang merah, kacang hijau, matcha, dan ada juga yang diisi telur bebek. Kata teman saya sih kue bulan yang diisi telur bebek rasanya kurang enak dan agak berminyak. Tapi saya belum pernah coba rasa lain selain yang teratai ini. What makes it so special is  you only be able to eat this kind of cake once a year. Tentu saja, hanya pada saat perayaan festival kue bulan.

Oh ya, mooncake yang saya makan itu diimpor oleh Amway, dan dibuat di Malaysia. Saya baca di beberapa referensi, katanya sudah ada sertifikat halalnya. Tapi sepertinya kue ini tidak untuk orang yang punya diabetes, karena kadar gulanya tinggi (walaupun sekarang ada mooncake yang sudah dikurangi kadar gulannya). Untuk 1/8 bagian dari sebuah mooncake keluaran Amway, terdapat 399 kalori! WAW! Tapi seingat saya, di daftar nutrisi bungkus mooncake yang saya makan kalorinya tidak sebesar itu. Saya lupa sih foto bagian nutrition facts nya -_-. Satu lagi, kue ini harganya agak mahal yah. Sekitar 150 – 250 ribu rupiah per kotak. Umumnya 1 kotak ada 4 buah kue. Hmmm…. jadi kepingin lagi :p.

XOXO,

Cony.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s