Sate Khas Senayan yang Bikin Nagih!

Well, well, lagi-lagi tentang makanan😀. Ceritanya beberapa minggu ini saya dan Brown ketagihan makan di Sate Khas Senayan. Sepertinya nggak ada makanan yang nggak enak disini. Yaa siapa sih yang gak tau Sate Khas Senayan? ^_^ Saya sih dari dulu tau, cuman belom pernah makan disana sampai beberapa minggu lalu. Kebetulan kita lagi JJS di Kota Kasablanka, kelaperan, dan kebetulan lewat di depan restoran ini. Melipir deh…

To be honest, saya baru kali itu nyobain makan disini (Brown sih udah pernah), and “my eyes instantly grow bigger at the first bite”! Saya ingat, menu pertama yang saya pesan adalah Nasi Langgi, dan rasanya enak banget! Hehehe. Nasi Langgi disini adalah nasi putih biasa yang disajikan bersama ayam yang sepertinya dikukus, serundeng, keripik kentang, dan sambal goreng tempe. Sebetulnya menu biasa, tapi entah kenapa bumbunya rasanya enak banget and they blended perfectly with each other. Ayamnya pun lembut banget. Considering the fact that I despise boiled chicken, miraculously I like this boiled chicken though (lebay…hahaha).

Nasi Langgi.

Nasi Langgi.

At that first time, Brown ordered Lontong Cap Go Meh. Sebenarnya ini request dari saya, karena penasaran dengan lontong khas peranakan yang biasa dimakan warga keturunan Tionghoa pada perayaan Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh di Sate Khas Senayan sebenernya mirip dengan lontong opor gitu. Kuahnya santan, pakai sayur labu, telur pindang, tahu bacem, acar wortel, ayam opor, dan sambal. Waktu nyicipin menu ini, saya langsung suka! Sekali lagi, bumbunya pas banget, kuah santannya nggak begitu berminyak dan nggak bikin eneg, dan ayamnya lembut sekali. Bikin nagih deh.

Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh

Untuk dessert (gaya banget kan, pake dessert segala) kita pesan es kacang merah. Kacang merahnya jenis kecil-kecil gitu, dan rasanya cukup enak. Matangnya pas. Sayangnya, es ini terlalu manis buat saya, jadi saya campur sedikit air putih. Hehehe. Maaf ya juru masak🙂. Menurut saya es kacang merahnya sih biasa aja. I’ve tasted better than that. Tapi not bad lah.

Es Kacang Merah

Es Kacang Merah

Ceritanya kita kebayang-bayang terus sama makanan di Sate Khas Senayan nih dan akhirnya beberapa hari kemudian kita balik lagi ke Kokas untuk makan disana. Selama beberapa kali kunjungan, kita sengaja nyobain menu yang beda-beda dan nggak ada yang menurut kita nggak enak rasanya. I really fond the miracle they lay on Indonesian signature dishes, sehingga rasanya bisa enak banget begitu. Salah satu menu yang paling saya suka adalah Nasi Cobek, dan ini sukses bikin Brown kepedesan setengah mati. Nasi Cobek ini nasi putih biasa yang disajikan baren terong goreng, sambel goreng teri, tahu, tempe, telur rebus goreng, lalap, dan kita bisa pilih pakai daging empal atau ayam goreng (Brown pilih empal). Yang bikin beda adalah sambel yang ada di bawah nasi, which was super hot and super delicious. Sambalnya sejenis sambal mentah gitu, yang dibuat dari cabai rawit merah dan bawang putih. Oooohhh… it tasted so heavenly! Saya juga suka empalnya; jenis yang kering dan agak manis gitu. Tapi kita nggak makan terongnya karena nggak doyan :p.

Nasi Bali, sate lilitnya enak!

Nasi Bali, sate lilitnya enak!

Sate Ayamnya yang terkenal itu...

Sate Ayamnya yang terkenal itu…

Risoles... nothing special sih.

Risoles… nothing special sih.

Nasi Cobek. Super Hot. Extra Delicious.

Nasi Cobek. Super Hot. Extra Delicious.

Menu tahu yang saya lupa namanya apa.

Menu tahu yang saya lupa namanya apa.

Nasi Gudeg

Nasi Gudeg

Beberapa hari kemudian, pas kesana lagi, saya pesan Nasi Gudeg dan Nasi Bali. Enak juga dua-duanya. Selain menu-menu nasi, Sate Khas Senayan punya menu sate ayam yang yummy banget (ya iyalah…) dan sate lilitnya juga enak lho. It was a surprise karena biasanya saya nggak suka sate lilit. Sempat nyoba platter set isi tahu dan bakwan. Menurut saya sih tahu sumedangnya biasa aja. I’ve tasted better ones.

Oh ya, harga rata-rata menu utama di Sate Khas Senayan sekitar 35rb – 50rb. Agak mahal sih untuk ukuran makanan tradisional. Tapi worth-it, karena rasanya memang enak. Kita belum coba semua menu disana sih. Next time kesana lagi, kita akan coba menu-menu yang lain juga.***

XOXO,

Cony.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s