Kangen Karimunjawa…

Entah kenapa tiba-tiba ngerasa kangen sama Karimunjawa. Terlepas dari segala kerepotan untuk mencapainya, saya akui, Karimunjawa memang ngangenin! Mungkin yang utama bikin kangen adalah suasana khas pedesaan yang nyaman, santai dan bebas stress. Pulau Karimun yang walkable memang memudahkan kita untuk jalan-jalan kesana kemari, mengenal lebih dekat kehidupan sederhana di desa ini.

0001 karimunjawa pantai

Saya sendiri (dan Brown tentunya) baru sekali dapat kesempatan jalan-jalan ke Karimunjawa bulan Mei 2013 kemarin, tapi langsung jatuh cinta dan kepingin balik lagi. Yang paling bikin ketagihan itu pemandangan bawah lautnya, yang dipenuhi dengan berbagai jenis ikan dan tentunya terumbu karang yang cantik-cantik. Laut di Karimunjawa dan sekitarnya memang bersih dan jernih, jadi di beberapa titik kita bisa melihat terumbu karang tanpa harus snorkeling. Contohnya di dekat dermaga di Pulau Karimun (yang biasa jadi tempat naik turun kapal dari dan ke Jepara itu lho).

Terumbu karang terlihat dari dermaga Karimun.

Terumbu karang terlihat dari dermaga Karimun.

Walau begitu, snorkeling tetap menjadi kegiatan wajib di Karimunjawa. Kita (karena cuma ambil tour 1 hari) cuma bisa snorkeling di Pulau Kecil dan sekitaran Pulau Tengah waktu itu. Pemandangan bawah airnya cuantik banget! Ikan-ikan kecil belang hitam putih dan berekor kuning dengan senang hati menghampiri tangan kita untuk makan roti. Roti ini sengaja kita jadikan pancingan supaya mereka mau berdatangan. Sensasinya lucu waktu mulut-mulut mungil dari ikan-ikan kecil itu “mematuki” jemari saya. Geli gimana gitu🙂 Begitu ikan-ikan mendekat, langsung mas-mas guide sibuk jeprat-jepret pakai kamera digital yang sudah dibungkus case tahan air. Asyikkk!

karimunjawa snorkeling 2

karimunjawa karang 1

karimunjawa snorkeling 1

Ada yang lucu soal mas-mas guide yang nemenin kita ini. Jadi totalnya ada tiga orang, dan salah satunya namanya Mas Gogi. Mas Gogi ini sangat berjasa lho dalam membuat Brown ketagihan snorkeling. Masalahnya, Brown itu kan nggak bisa berenang dan takut sama air. Dia udah wanti-wanti sebelum ke Karimun, kalo dia ga akan snorkeling! Lha… ke Karimun mau ngapain kalo gak snorkeling? Tapi karena malas debat, saya biarin aja deh. Untungnya ada Mas Gogi nih. Jadi ceritanya, kita diantar kapal ke spot snorkeling yang pertama. Saya bilang Brown, udah coba aja pakai gear nya dulu. Tapi begitu semua orang nyebur dan mulai menjelajah taman laut, Brown masih termenung di pinggir kapal (halah…). Saya nggak mau maksa, takutnya trauma. Saya cuma bilang dari air, coba aja dulu! Tapi Brown masih takut.

Untungnya Mas Gogi dengan pede dan meyakinkannya bilang, “Coba aja Mas! Sini saya pegangin…”. Kata-katanya itu meyakinkan Brown untuk turun ke air, pegangan sama Mas Gogi yang sepertinya udah pengalaman menangani turis yang takut air. Hehehe… Kata Mas Gogi, “Tenang aja Mas, gak akan tenggelam koq. Kan pakai pelampung. Untuk maju dorong aja pakai kaki. Nafas dari mulut.” Saya juga bilang, “Nafasnya dari mulu kaya orang kepedasan aja gitu lho.” Brown nurut, dan mulai nyoba snorkeling, masih dipegangi Mas Gogi.

Beberapa lama snorkeling, akhirnya Brown terbiasa dan mulai menikmati. “Tuh sama mbaknya ya,” kata Mas Gogi sambil ngelepasin Brown begitu aja di tengah laut, tapi ternyata Brown udah bisa lancar snorkelingnya.. yay!!! Setelah bisa nikmatin, eh Brown malah ketagihan! Di spot kedua, Brown yang paling antusias buat snorkeling, sempet main-main sama ikan dan foto sambil megang terumbu karang (lepas pelampung lho, gaya ah Brown. Hehehe…).

nemo karimunjawa 2

Finding Nemo (beneran ini mah..hehhe)

Selain snorkeling, ada momen-momen yang bikin kangen, seperti waktu kita bakar ikan di Pulau Tengah. Pulau ini lebih besar dari Pulau Kecil (ya iyalah…) dan sisi dalamnya ditumbuhi rerumputan dan pepohonan kelapa. Ada beberapa rumah panggung besar terbuat dari kayu yang waktu itu jadi tempat berteduh para turis, karena memang hari sedang hujan. Antara senang dan kedinginan, kami jalan-jalan di sekitar pulau sebelum akhirnya berteduh di salah satu rumah kayu, sambil mengawasi para mas-mas yang sedang membakar ikan. Rasanya seperti terdampar di kepulauan tropis antah berantah. Baju basah, dingin, mendengarkan suara debur ombak di kejauhan, sambil melihat tetes demi tetes hujan di ujung-ujung atap daun kelapa yang menaungi tempat pembakaran ikan. Oh, what a beautiful life…

menjangan besar

00 karimunjawa 1

000 gorengan di karimunjawa

pulau besar karimunjawa

Kenikmatan tersebut lengkap dengan hadirnya sepiring gorengan dan segelas kopi panas, yang kami kunyah dan sesap dengan gembira sambil menghirup aroma ikan bakar yang segera terbayang kelezatannya. “It is perfect!” seru Brown. Saya senang karena Brown bahagia. Sayapun jadi sangat bahagia, menikmati dan mensyukuri keindahan pulau dan kegembiraan kanak-kanak yang mengirimkan kupu-kupu beterbangan di perut saya. Rasanya seperti ada balon kebahagiaan menggelembung di dalam, ketika menatap pepohonan kelapa dan asap pembakaran ikan.

Karimunjawa, we miss you so much!***

XOXO,

Cony.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s