Mengunjungi Sang Bidadari di Teluk Jakarta

pulau bidadari kepulauan seribu

Sun lounger di pantai pasir putih Pulau Bidadari

Camera 360

Perairan jernih di sisi lain pulau

Camera 360

Dermaga Pulau Bidadari

Liburan kemana nih? Jakarta? Wah, masa sih liburan masih di Jakarta-Jakarta juga?

Itulah yang ada di benak saya ketika kami (teman-teman kantor) memutuskan untuk berlibur bersama ke Pulau Bidadari. Kenapa Pulau Bidadari? Karena kita dapat paket gratisan dari sponsor event kantor yang digelar November lalu… hehehe… Namanya juga gratis, ya harus diambil dong🙂.

Speedboat di Marina Ancol

Speedboat di Marina Ancol

Singkatnya, kita ber-sembilan berangkat hari Jumat, 29 November 2013 lalu, dari Marina Ancol. Pulau Bidadari punya dermaga sendiri, yaitu dermaga 16. Speedboat yang akan mengangkut kita sudah stand-by disana dan kitapun berangkat sekitar jam 10 pagi. Tadinya ngarep berlayar pakai yacht yang mentereng di depan rumah-rumah super gede di Marina, tapi ternyata bukan. Padahal udah ngebayangin naik yacht sambil minum pinacolada, hahaha… Tapi speedboat yang kita naikin cukup bagus koq. Apalagi kalo dibandingin kapal kayu di Muara Angke yang biasa dipake wisata ke Kepulauan Seribu. Wah, jauh deh! Apalagi speedboat ini super cepet jalannya (ya iyalah…hehehe).

Perjalanan laut ke Pulau Bidadari, walaupun sedikit bikin mabuk, hanya makan waktu 30 menit aja. Thanks to the speedboat. Jujur, ini pertama kalinya saya wisata ke Kepulauan Seribu. Kepingin banget ke Pulau Ayer, Pari atau Pulau Sepa, biar agak jauhan dikit dari Jakarta, tapi ya nanti kapan-kapan lah.

Balik lagi ke cerita Pulau Bidadari yah… Begitu kita turun, pemandangannya bagus juga! Ada dermaga kayu yang khas, dan dua meriam di depan dermaga. Pasir di sekitar dermaga putih dan halus. Keseluruhan pantainya-pun bersih! Begitu sampai, kita semua disambut oleh Pak Eko dari pihak manajemen, dan dikasih welcome drink yang seger dan enak! Apa ya minumannya.. kalo kata teman saya sih itu jus terong belanda😀

Segera setelah sampai, kita diantar ke cottage tempat kita bakal nginap 1 malam. Wah, ternyata cottagenya bagus. Namanya Bangau, dan berupa rumah panggung dari kayu yang punya 4 kamar, 1 ruang tengah, dua kamar mandi, dan teras serta balkon. Bagus deh, bersih pula. Semua kasur di tiap kamar berukuran king dan semuanya spring bed. AC-nya juga dingin banget. Pokoknya nyaman deh. Kamar mandinya ada shower air panas, tapi sayang kadang airnya mengalir kecil. Oh ya, bath amenities di toiletnya lengkap, ada dua gulungan besar tissue toilet juga. Yang paling saya suka, di ruang tengah ada TV LCD 50″ dan kulkas 1 pintu. Jarang-jarang saya nginap di hotel yang menyediakan TV sebesar itu. Channelnya juga banyak karena pakai TV kabel.

Cottage Bangau

Cottage Bangau

Balkon cottage

Balkon cottage

Cottage kami terletak pas di depan pantai, dengan beberapa gazebo luas yang enak dipakai nongkrong. Setelah makan, tidur sebentar, kita jalan-jalan di sekitar cottage ke pohon jodoh, main-main di pantai yang lumayan jernih, foto-foto di reruntuhan benteng Martello lalu main banana boat. Pada waktu main banana boat ini nih kaki saya kena bulu babi. Jadi ceritanya banana kita diterbalikin dua kali, dan yang terakhir lumayan dekat pantai jadi kita bisa berenang sendiri ke tepi. Waktu berenang itulah si instruktur telat kasih tau kalo di pantai di dekat dermaganya banyak bulu babi. Alhasil, saya dan satu orang teman-pun jadi korban. Pelajaran! Kalo main banana boat dan diceburin di dekat pantai, teruslah berenang ke pantai, walaupun kaki sudah bisa menjangkau daratan. Baru boleh berpijak kalo kamu sudah bisa lihat apa yang ada didalam air, dan pastikan air bersih dari bulu babi.

Pohon Jodoh

Pohon Jodoh

Dua meriam yang menyambut di dermaga

Dua meriam yang menyambut di dermaga

Gazebo di depan cottage

Gazebo di depan cottage

Menjelang malam, kita mandi dan berkumpul di gazebo sambil nunggu barbecue seafoodnya matang. Sementara itu, kita mengadakan berbagai macam permainan seperti ABC 5 Dasar dan Sambung Kata. Hahaha… Jadi inget jaman SD :D Selesai makan, api unggun-pun dinyalakan dan kita nyanyi di depan api unggun pakai gitar. Lagu-lagunya (karena bosen sama mainstream mungkin ya) lebih banyak lagu daerah dan lagu-lagu zaman perjuangan. Ceritanya biar pas sama Pulau Bidadari yang sebenernya peninggalan perang Belanda – Inggris. Kitapun nyanyi-nyanyi sampe larut malam dan sampe mata berat. Oh what a night!

Keesokan harinya, saya bangun cukup pagi untuk menyaksikan matahari merayap di permukaan laut. Cantik! Sementara teman-teman lain masih tidur, saya nekat mandi (walaupun kedinginan karena AC kamar memang super dingin). Setelah mandi dan berpakaian, sayapun berjalan-jalan keliling pulau sendirian, menikmati suasana damai dan hening, suara deburan ombak dan semilir angin. Sesuatu yang tidak akan saya dapatkan di Jakarta.

Puas keliling, saya kembali ke cottage dan beberapa teman sudah bangun dan mandi. Kami bersiap sarapan, dan memainkan beberapa game di pantai yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Sebelum game

Sebelum game

Belajar gila :D

Belajar gila😀

Yihaaaay!

Yihaaaay!

Kalo ditanya aktifitas apa yang paling saya suka di Pulau Bidadari, itu adalah keliling pulau pakai sepeda. Yeay! Kalo biasanya sepedahan di aspal, bosan, kali ini saya keenakan sepedahan offroad di pasir dan menembus labirin pepohonan. Saking menikmatinya, gak kerasa kalo keringat sudah membanjiri badan. Masih kepingin terus sih, tapi anak-anak sudah kecapaian dan akhirnya kita pulang ke cottage. Oh ya sewa sepeda disini cukup terjangkau kok. 15.000 untuk satu jam pertama, dan 10.000 untuk tiap jam berikutnya.

Pose

Pose

Sewa sepeda, 15.000 per-jam, agak mahal sih.. tapi lumayan asik kok.

Sewa sepeda, 15.000 per-jam, agak mahal sih.. tapi lumayan asik kok.

Di tepi pantai

Di tepi pantai pasir putih

Sepedahan lagi :)

Sepedahan lagi🙂

Benteng Martello peninggalan perang Belanda - Inggris

Benteng Martello peninggalan perang Belanda – Inggris

Sepeda di labirin bidadari

Sepeda di labirin bidadari

Patung yang sering bikin parno kalo malem

Patung yang sering bikin parno kalo malem

Pantai pasir putih

Pantai pasir putih

Sepeda santai keliling pulau

Sepeda santai keliling pulau

Menjelang sore di hari ke-2, kami bersiap untuk berangkat ke pulau Onrust, Kelor dan Cipir yang ada di sekitar Pulau Bidadari. Paket penyebrangan ke-3 pulau ini dibanderol dengan harga 100.000 per-orang, untuk minimal 3 orang. Cerita tentang tiga pulau ini saya buat posting terpisah saja ya🙂

Oh ya ini beberapa foto interior cottage-nya:

Camera 360

Camera 360

Camera 360

Camera 360

Camera 360

Camera 360

Tips

  • Bawa sunblock SPF tinggi, 50 keatas, dan tentunya kacamata UV.
  • Pakai sandal karet atau sepatu air yang nyaman.
  • Jika berenang di pantai sekitar dermaga, pakailah sandal atau sepatu air karena ada bulu babinya.
  • Sebaiknya gunakan kacamata renang ketika berenang, karena airnya super asin dan bikin mata pedih.

XOXO,

Cony.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s