Teduhnya Masjid Modern di Lingkungan Kolonial Museum BI

Area shalat yang nyaman dan sejuk.

Area shalat yang nyaman dan sejuk.

Bangunan masjid yang bergaya modern.

Bangunan masjid yang bergaya modern.

Dari dalam ke luar.

Dari dalam ke luar.

Interior Masjid Museum BI

Interior Masjid Museum BI

Ceritanya hari sabtu kemarin saya dan Brown kencan (haha) ke Museum BI yang terletak di samping Stasiun Kota. Entah keputusan yang salah atau benar-benar tepat, karena perjalanan yang kami lalui (dengan motor) bisa dibilang jauh dari menyenangkan. Panas menyengat, debu, dan macet! Apalagi lewat daerah glodok dan mangga dua yang semrawut, ditambah lagi saya ngantuk sepanjang jalan. Wiuh, makin emosi aja si Brown! Sempat kepikir untuk puter balik, tapi Brown bilang tanggung. Ya udah terus deh.

Kira-kira satu jam setengah menembus macet dan panasnya Jakarta, sampai juga kita di bangunan putih bersih yang cukup mentereng di daerah Kota yang “tua”. Rupanya keteduhan dan kebersihan bangunan ini sedikit menentramkan hati Brown. Yap, itulah bangunan Museum Bank Indonesia, bangunan bergaya kolonial (neo-klasikal) nan bersih dan terawat.

Kami segera memarkir motor dan bergegas menuju bangunan masjid yang terletak di belakang gedung museum. Waktu itu memang tepat setelah adzan dhuhur, sehingga kami memutuskan untuk shalat dulu supaya bisa memadamkan bara di hati. Hahaha…

Quite surprisingly, bangunan masjid milik museum ini bergaya modern dan cukup futuristik untuk sebuah masjid. Ada nuansa lain ketika saya shalat disana. Damai, tenang, nyaman, dan plong. Udara sepertinya segar, padahal di luar sana panas dan berdebu. Nikmat deh rasanya shalat disini. Saking nyamannya, si Brown dengan santainya ninggalin tas di dalam masjid sementara dia berwudhu. Walah. Langsung aja saya sambar tasnya dan saya bawa kedalam area shalat wanita. Terang aja, begitu selesai wudhu, Brown yang panikan langsung teriak dari balik hijab: “Ci! Tas aku ilang!”

Dengan tenang, saya jawab, “Ada sama aku disini.” Saat itu saya nggak menyadari betapa paniknya Brown. Hehehe. Maaf ya Brown.

Oke, shalat beres, dan kitapun bersiap menjelajah museum🙂.

Bersambung kesini.***

XOXO,

Cony.

One thought on “Teduhnya Masjid Modern di Lingkungan Kolonial Museum BI

  1. Pingback: Museum Bank Indonesia: Standing Applause! | My Book of Days

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s